Looking for something?

5 Makanan Khas Pontianak

Pontianak adalah ibu kota provinsi Kalimantan Barat (Kalimantan Barat), seperti yang kita ketahui kota ini dilintasi oleh khatulistiwa, membuat kota ini panas.

Saat menjelajah kota yang relatif kecil ini, kita akan menemukan masakan khas Pontianak. Seperti Pisang Goreng Ponti (pisang goreng), Bubur pedas (bubur). dan kita dapat menemukan beberapa buah seperti Jeruk Ponti (jeruk) dan lidah makanan buaya (lidah buaya.

Kota ini dihuni oleh berbagai suku dan budaya yang ada di Pontianak, suku Dayak dan Melayu, dan etnis Thionghoa.  Beberapa migran dari provinsi lain juga menetap di kota ini.

Mulai dari budaya Dayak “Naik dango”, Melayu “robo-robo” sampai Thionghoa yang terkenal dengan  “Imlek” nya atau tahun baru cina dan “Cap Go Meh”. Selain Budayanya, ada beberapa hal yang menambah keragaman makanan etnis yang ada di pontianak. Let’s Check it out!

1. Pisang Goreng Pontianak


Pisang goreng ini terbuat dari pisang kepok dengan penggorengan biasa, tetapi menggunakan beberapa bumbu campuran dan tepung yang membuatnya terasa renyah saat digoreng dan dimakan.

Pisang ini terkadang menggunakan mentega, atau susu dan ditaburi keju parut. Makanan ini memiliki bentuk yang menyerupai kipas.

2. Bubur Pedas / Bubur Padas.

Apa yang kita bayangkan dari semangkuk bubur?

Pastinya nasi dimasak untuk menjadi empuk dan disajikan dengan kerupuk, teri, bawang merah dan kacang panggang boreng dan rasa pedas? Untuk yang satu ini, Tidak. Sebenarnya, bubur ini adalah pengucapan bubur pedas, nama aslinya adalah Bubur Padas berarti campuran berbagai sayuran.

Bubur padas sendiri memiliki variasi tambahan selain dari biasanya, bahan utama dari beras yang ditumbuk pasti menjadi sedikit lebih halus, kemudian dimasak dengan sayuran campuran seperti askale, pakis, kesum dan sayuran lainnya untuk meningkatkan variasi bubur itu sendiri.

Disantap selagi masih panas dan teri dan kacang tanah yang telah digoreng, kadang-kadang di pontianak ditambahkan jeruk peras, yang sering  disebut sambal jeruk.

3. Kwe Cap


Mungkin Anda akan merasa aneh dan asing ketika mendengar nama makanan ini. Kwee cap terbuat dari makanan yang terbuat dari kwee Tiau yang dibentuk bulat.

Rasanya lembut dan enak ketika dikunyah, cocok dipasangkan dengan kulit babi, dimasak hingga halus dan lembut.

Dapat dikombinasikan dengan kacang kedelai dan tahu. Sebagai bumbu pelengkap yang tersedia, minyak bawang putih, dan cabai sering dipakai. Semua bumbu racikan membuat hidangan ini begitu gurih, pedas, dan hangat.

4. Sotong / Cumi Pangkong (sotong / cumi-cumi)

Makanan lain yang khas, Sotong Pangkong dalam bahasa Melayu dan Sotong punch dalam bahasa Inggris, membuatnya terdengar aneh. Sebutan Pangkong (pukulan) dalam Bahasa Melayu berarti “Hit” atau “Punch”, membuat makanan ini disebut “Sotong Pangkong”.

Menu ini begitu spesial karena hanya ada di bulan Ramadhan. Sotong Pangkong dikeringkan dan dimasak dengan dipanggang.

Setelah dipanggang, sotong harus dipukul (pangkong) untuk membuat daging lebih empuk. Disajikan dengan saus kacang atau asam pedas manis. Rasa gurih cumi-cumi terasa enak di mulut.

Untuk beberapa orang mungkin akan mengeluh karena dagingnya kenyal dan keras, membuat beberapa orang tidak terbiasa.

5. Lek Tau Suan


Di sepanjang Jalan Gajah Mada Pontianak, Anda dapat menemukan salah satu kuliner khas Pontianak yang terbuat dari kacang hijau yang sudah dikupas.

Kuliner ini bernama Lek Tau Suan (dialek Tionghoa Tio ciu; yang jika ditafsirkan secara kasar adalah Butiran Mutiara Kacang Hijau). Ini mungkin mengacu pada pandangan bahwa Lek Tau Suan-benih dan muncul sebagai mutiara berkilauan ketika terkena sinar cahaya.

Lek Tau Suan dimasak dengan kuah kental bening (tepung tapioka), gula, dan pandan. Kemudian disajikan dengan Ca Kwee renyah goreng. Kacang-kacangan pandan dan hijau alami. Terasa nikmat saat disajikan masih hangat, cocok dinikmati di malam hari atau saat hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
en_USEnglish